Media Belajar Bahasa Pemrograman | by APPKEY

Swift Tutorial Swift 22 : Jenis-Jenis Swift Switch Statement dan...

Tutorial Swift 22 : Jenis-Jenis Swift Switch Statement dan Cara Penerapannya

-

Pada Tutorial Swift kali ini, Codekey akan membahas tentang Swift Statement.  Statement pada swift sejatinya ada tiga jenis yaitu, simple statement, compiler control statement, dan control flow statement. Masing-masing dari ketiganya memiliki fungsi dan kegunannya sendiri.

Mengetahui jenis-jenis statement dan jug acara penerapannya sangat penting untuk menunjang kemampuan Anda dalam pemrograman Swift. Namun, pada pembahasan kali ini, Codekey akan berfokus pada simple statement dan compiler control statement. Jika Anda tertarik dengan pembahasan statement swift kali ini, pastikan Anda menyimak artikel ini sampai akhir.

Jenis-Jenis Swift Switch Statement

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Swift Statement ada tiga jenis yaitu, simple statement, compiler control statement, dan control flow statement.

Simple Statement adalah statement yang umum digunakan dan ada di dalam ekspresi maupun deklarasi. Compiler control statement, digunakan untuk memungkinkan program untuk mengubah aspek dari kebiasaan compiler dan termasuk juga kondisi dari blok kompilasi dan baris control statement. Control flow statements digunakan untuk mengontrol aliran eksekusi dalam suatu program.

Titik koma (;) secara opsional dapat muncul setelah statement apa pun dan digunakan untuk memisahkan beberapa statement jika muncul pada baris yang sama. Berikut ini jenis-jenis Swift Statement akan dijabarkan lebih lanjut.

Kalau Anda tidak asing dengan Swift Switch Statement, ia adalah statement Swift yang paling sering digunakan oleh programmer dan developer Swift. Statement ini adalah salah satu contoh statement yang ada di Swift. Swift Switch Statement tergolong dalam Control Flow Statement.

1. Swift Simple Statement

Swift Simple Statement seperti yang sudah disebut sebelumnya adalah statement yang digunakan secara umum dalam pemrograman Swift. Berikut ini dalah contohnya:

var hasil = 10 + 2

Penjelasan:

Artikel Terkait  Tutorial Swift 11 : Gambaran Umum Tentang Decision Making pada Swift
Artikel Terkait  Tutorial Swift 6 : Cara Menggunakan Type Optional Pada Swift

var hasil = 10 + 2 adalah statement yang memberikan hasil 10 + 2 ke variabel hasil. Mudah kan? Mari kita beralih ke Swift Statement yang lebih kompleks.

2. Swift Compiler Control Statement

Swift Compiler Control Statement memungkinkan program untuk mengubah aspek perilaku kompiler. Swift memiliki tiga statement kontrol kompiler: conditional compilation block, line control statement, dan compile-time diagnostic statement. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut:

3. Conditional Compilation Block

Conditional Compilation Block memungkinkan kode untuk dikompilasi secara kondisional tergantung pada nilai dari satu atau lebih compilation condition.

Setiap blok kompilasi bersyarat dimulai dengan arahan kompilasi #if dan diakhiri dengan arahan kompilasi #endif. Conditional Compilation Block sederhana memiliki bentuk berikut:

1.	#if compilation condition 
2.	statements 
3.	#endif

Berbeda dengan kondisi statement if, compilation condition dievaluasi pada waktu kompilasi. Hal ini pun mengakibatkan statement akan dikompilasi dan dieksekusi hanya jika compilation condition bernilai benar pada waktu kompilasi.

Compilation condition dapat menyertakan literal Boolean benar dan salah, pengidentifikasi yang digunakan dengan flag baris perintah -D, atau kondisi platform apa pun yang tercantum dalam tabel di bawah ini:

Platform Condition Valid Arguments
os() macOS, iOS, watchOS, tvOS, Linux, Windows
arch() i386, x86_64, arm, arm64
swift() >= atau < diikuti dengan nomor versi
compiler() >= atau < diikuti dengan nomor versi
canImport() Sebuah nama modul
targetEnvirontment() simulator, macCatalyst

 

Nomor versi untuk kondisi platform swift() dan compiler() terdiri dari nomor mayor, nomor minor opsional, nomor patch opsional, dan seterusnya, dengan titik (.) memisahkan setiap bagian dari nomor versi.

Tidak boleh ada spasi kosong antara operator perbandingan dan nomor versi. Versi untuk compiler() adalah versi compiler, terlepas dari pengaturan versi Swift yang diteruskan ke compiler. Versi untuk swift() adalah versi bahasa yang saat ini sedang dikompilasi. Berikut ini adalah contoh programnya:

1.	#if compiler(>=5) 
2.	print("Compiled with the Swift 5 compiler or later") 
3.	#endif 
4.	#if swift(>=4.2) 
5.	print("Compiled in Swift 4.2 mode or later") 
6.	#endif 
7.	#if compiler(>=5) && swift(<5) 
8.	print("Compiled with the Swift 5 compiler or later in a Swift mode earlier than 5") 
9.	#endif 
10.	// Prints "Compiled with the Swift 5 compiler or later" 
11.	// Prints "Compiled in Swift 4.2 mode or later" 
12.	// Prints "Compiled with the Swift 5 compiler or later in a Swift mode earlier than 5"

Argumen untuk kondisi platform canImport() adalah nama modul yang mungkin tidak ada di semua platform. Kondisi ini menguji apakah mungkin untuk mengimpor modul, tetapi tidak benar-benar mengimpornya.

Artikel Terkait  Tutorial Swift 16 : Mari Mengenal Sets dalam Swift
Artikel Terkait  Tutorial Swift 15 : Belajar Menggunakan Array pada Bahasa Pemrograman Swift

Jika modul ada, kondisi platform akan mengembalikan nilai true; jika tidak, ia mengembalikan false. Kondisi platform targetEnvironment() mengembalikan nilai true ketika kode sedang dikompilasi untuk lingkungan yang ditentukan; jika tidak, ia mengembalikan false.

Anda dapat menggabungkan dan meniadakan kondisi kompilasi menggunakan operator logika &&, ||, dan ! dan gunakan tanda kurung untuk pengelompokan. Operator ini memiliki asosiatifitas dan prioritas yang sama dengan operator logika yang digunakan untuk menggabungkan ekspresi Boolean biasa.

4. Line Control Statement

Line Control Statement digunakan untuk menentukan nomor baris dan nama file yang dapat berbeda dari nomor baris dan nama file dari kode sumber yang sedang dikompilasi. Line Control Statement baris untuk mengubah lokasi kode sumber yang digunakan oleh Swift untuk tujuan diagnostik dan debugging. Line Control Statement memiliki bentuk berikut:

1.	#sourceLocation(file: file path, line: line number) 
2.	#sourceLocation()

Bentuk pertama dari Line Control Statement mengubah nilai ekspresi literal #line, #file, #fileID, dan #filePath, dimulai dengan baris kode yang mengikuti statement kontrol baris.

Nomor baris mengubah nilai #line, dan merupakan literal bilangan bulat yang lebih besar dari nol. Jalur file mengubah nilai #file, #fileID, dan #filePath, dan merupakan literal string. String yang ditentukan menjadi nilai #filePath, dan komponen jalur terakhir dari string digunakan oleh nilai #fileID.

Artikel Terkait  Tutorial Swift 15 : Belajar Menggunakan Array pada Bahasa Pemrograman Swift
Artikel Terkait  Tutorial Swift 11 : Gambaran Umum Tentang Decision Making pada Swift

5. Compile-Time Diagnostic Statement

Compile-Time Diagnostic Statement menyebabkan kompiler mengeluarkan kesalahan atau peringatan selama kompilasi. Statement diagnostik waktu kompilasi memiliki bentuk berikut:

1.	#error("error message") 
2.	#warning("warning message")

Bentuk pertama yang menampilkan pesan kesalahan sebagai kesalahan fatal dan menghentikan proses kompilasi. Bentuk kedua menampilkan pesan peringatan sebagai peringatan nonfatal dan memungkinkan kompilasi untuk melanjutkan.

Anda menulis pesan diagnostik sebagai literal string statis. Literal string statis tidak dapat menggunakan fitur seperti interpolasi string atau penggabungan, tetapi mereka dapat menggunakan sintaks literal string multiline.

6. Control Flow Statement

Ada beberapa jenis Control flow statements di Swift, termasuk loop statement, branch statement, dan control transfer statement. Salah satunya Control Flow Statement adalah Swift Switch Statement yang termasuk ke dalam branch statement yang akan kami bahas pada artikel berikutnya.

Demikianlah penjelasan tentang Jenis-Jenis Swift Statement dan contoh-contoh penerapannya, khususnya simple statement dan compiler control Statement. Jika Anda tertarik untuk menjadi programmer Swift handal, pastikan Anda mengunjungi seri tutorial Swift di https://codekey.id/.

Codekey adalah website media pembelajaran bahasa pemrograman online berbahasa Indonesia. Anda bisa belajar berbagai bahasa pemrograman dari Codekey secara gratis kapan saja dan di mana saja.

Codekey memberikan artikel yang berisikan penjelasan, tips, dam trik untuk berbagai bahasa pemrograman yang banyak digunakan oleh developer di seluruh dunia. Jangan lupa untuk allow notification dari Codekey, agar Anda tidak ketinggalan update artikel terbaru dari situs kami.

 


Jasa Pembuatan Aplikasi, Website dan Internet Marketing | PT APPKEY
PT APPKEY adalah perusahaan IT yang khusus membuat aplikasi Android, iOS dan mengembangkan sistem website. Kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Jasa Pembuatan Aplikasi

Jasa Pembuatan Website

Jasa Pembuatan Paket Aplikasi

Jasa Pembuatan Internet Marketing

Tutorial

Subscribe Sekarang

Dapatkan beragam informasi menarik tentang bahasa pemrograman langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan terus belajar bersama kami!

Blog Post Ranking 10

Tutorial Dart 18 : Ayo Mulai, Pelajari Cara Install Flutter

Pada seri tutorial Dart kali ini, Codekey akan menampilkan hal yang sedikit berbeda, yaitu tentang aplikasi-aplikasi yang mendukung pemrograman...

Tutorial Dart 1 : Pengenalan Bahasa Pemrogaman Dart untuk Pemula

Halo pembaca setia Codekey! Belajar pemrograman saat ini menjadi keharusan bagi semua orang yang ingin berkarir sebagai programmer, hal...

Tutorial Python 9 : Cara membuat perulangan (Looping) pada Python

Pada artikel sebelumnya, Codekey telah menjelaskan tentang Operasi Kondisional Python yang di dalamnya menyinggung tentang percabangan dan perulangan. Belajar...

Tutorial Python 8 : Langkah Mudah Membuat Operasi Kondisional pada Python

Pada pembahasan sebelumnya, Codekey telah menjelaskan kepada Anda tentang pengoperasian string pada Python mulai dari menggabungkan hingga memanipulasi string...

Tutorial PHP 8 : Memahami Array Multidimensi di PHP | Kapan dan Bagaimana Menggunakannya?

Pada artikel sebelumnya kami telah membahas tentang array PHP serta membahas sedikit tentang array multidimensi PHP. Pada artikel kali...

Tutorial Swift 2 : Tahap Awal Persiapan dan Mengatur Lingkungan Kerja pada Swift

Setelah Anda mengenal bahasa pemrograman Swift 4, langkah selanjutnya adalah Anda perlu memulai pemrograman Swift 4 dengan cara install...

Tutorial Javascript 8 : Panduan Lengkap Cara Membuat Array di Javascript

Seperti bahasa pemrograman yang berorientasi objek lainnya, dalam JavaScript juga terdapat array. Jika Anda memiliki banyak objek yang ingin...

Tutorial Python 7 : Tutorial Dasar Cara Mengoperasikan String pada Python

Anda ingin belajar Python dan ingin menjadi ahli dalam bahasa pemrograman Python? Mari belajar bersama Codekey! Pada pembahasan kali...

Tutorial Javascript 6 : Cara Membuat Event pada Javascript

Event JavaScript adalah tindakan atau proses khusus yang terjadi dalam program atau situs web yang akan Anda kembangkan. Anda...

Tutorial PHP 9 : Belajar Menggunakan Sort Array Berdasarkan Key dan Value

Array PHP sangat berguna untuk para developer untuk menyimpan data pada variabel. Anda dapat mengelompokkannya dengan membuat kategori tertentu...

Bisnis

Online Service

Peluang Bisnis

Model Bisnis

Entrepreneurship

Uang

Ketrampilan

Outsourcing

Monetize

Pemasaran

SEO

Internet Marketing

Dasar Pemasaran

Strategi Pemasaran

Situs Web Analitik

Iklan

Teknologi

Teknologi Terbaru

AI

Komputer

Jaringan

Paling Sering dibaca
Mungkin Anda Menyukainya