Media Belajar Bahasa Pemrograman | by APPKEY

DartTutorial Dart 43 : Macam-Macam Flutter State Management Library

Tutorial Dart 43 : Macam-Macam Flutter State Management Library

-

Last Updated on July 18, 2023 by

Pada pengembangan aplikasi Flutter, flutter state management library adalah aspek penting yang memungkinkan kita mengelola dan memperbarui status aplikasi dengan efisien. Dalam tutorial ini yuk kita bahas mengenai berbagai library state management yang tersedia dalam Flutter.

flutter state management library

Table of Contents

Provider

Provider adalah salah satu library manajemen state yang populer dalam Flutter. Ini adalah library yang ringan dan mudah digunakan untuk mengelola state aplikasi dengan menggunakan konsep “inherited widget”. Dengan menggunakan Provider kalian dapat membagikan state ke berbagai widget dalam aplikasi dengan mudah dan efisien.

Salah satu keunggulan utama dari Provider adalah kemampuannya dalam menyediakan state secara otomatis kepada widget yang membutuhkannya. Ketika state berubah widget yang menggunakan state tersebut akan secara otomatis diperbarui dan menghindari penggunaan setState secara manual.

Berikut adalah langkah-langkah umum untuk mengimplementasikan Provider dalam proyek Flutter.

  1. Tambahkan Dependensi: Buka file pubspec.yaml dalam proyek Flutter kalian dan tambahkan dependensi provider dengan menambahkan provider: ^4.3.2 pada bagian dependencies.
  2. Buat Model: Buat model atau class yang akan berperan sebagai state yang akan dijalankan dan dikelola oleh Provider. Misalnya, jika kalian ingin mengelola data pengguna, buat class User dengan properti seperti name, email, atau atribut lain yang relevan.
  3. Buat ChangeNotifier: Buat class yang mewarisi dari ChangeNotifier. Ini akan menjadi class yang mengelola state dan memberi tahu widget yang menggunakan state ketika terjadi perubahan. Dalam class ini, buat metode-metode yang memungkinkan perubahan state.
  4. Wrap Widget dengan Provider: Di dalam widget yang membutuhkan akses ke state, wrap widget tersebut dengan Provider widget. Misalnya jika kalian ingin memberikan akses ke state User ke widget HomePage, wrap HomePage dengan Provider<User>.value().
  5. Menggunakan State dalam Widget: Di dalam widget yang di-wrap dengan Provider, gunakan Provider.of<T>(context) untuk mengakses state yang disediakan. Misalnya, jika kalian ingin mengakses state User di dalam widget HomePage, gunakan Provider.of<User>(context).
  6. Perbarui State: Ketika ada perubahan yang perlu diterapkan pada state, panggil metode yang sesuai pada ChangeNotifier yang kalian buat. Misalnya, jika kalian ingin mengubah nama pengguna, panggil metode changeName() yang ada di dalam class User.
  7. Perbarui Widget yang Menggunakan State: Ketika state berubah, widget yang menggunakan state tersebut akan secara otomatis diperbarui oleh Provider. Kalian tidak perlu memanggil setState secara manual.

Dengan menggunakan Provider, kalian dapat dengan mudah dan efisien mengelola state aplikasi kalian dan berbagi state tersebut dengan widget lain dalam hierarki widget. Ini memungkinkan pengembangan aplikasi yang lebih modular dan terorganisir.

Artikel Terkait  Tutorial Dart 2 : Dart Install, Ayo Kenali Lingkungan Kerja pada Dart

flutter state management library

Selain itu Provider juga memiliki fitur-fitur lanjutan seperti Consumer dan Selector yang memungkinkan kalian mengoptimalkan pembaruan widget hanya ketika state yang relevan berubah dan menghindari pemborosan sumber daya.

Provider adalah library yang powerful tetapi tetap ringan dan mudah digunakan untuk mengelola state aplikasi Flutter. Dengan konsep “inherited widget” dan kemampuannya dalam memperbarui widget secara otomatis, Provider membuat pengembangan aplikasi Flutter menjadi lebih efisien dan menyenangkan.

MobX

MobX adalah library yang populer dalam manajemen state di Flutter yang menggunakan pendekatan “observable” untuk memantau perubahan pada state dan mengubah widget yang terkait secara otomatis. MobX juga menyediakan anotasi untuk mendefinisikan state yang dapat diamati dan membuat pengembangan aplikasi Flutter menjadi lebih sederhana dan efisien.

Dengan MobX, kalian dapat mengelola state aplikasi dengan lebih mudah dan terorganisir. Berikut adalah langkah-langkah umum untuk mengimplementasikan MobX dalam proyek Flutter.

  1. Tambahkan Dependensi: Buka file pubspec.yaml dalam proyek Flutter kalian dan tambahkan dependensi mobx dengan menambahkan mobx: ^2.0.0 pada bagian dependencies.
  2. Buat Model: Buat model atau class yang akan berperan sebagai state yang akan dijalankan dan dikelola oleh MobX. Misalnya jika kalian ingin mengelola data pengguna, buat class User dengan properti seperti name, email, atau atribut lain yang relevan.
  3. Anotasi State: Di dalam class User gunakan anotasi @observable pada properti yang ingin diamati perubahannya. Misalnya jika kalian ingin memantau perubahan pada properti name, tambahkan anotasi @observable di atas deklarasi properti tersebut.
  4. Buat Actions: Buat metode-metode yang akan mengubah state di dalam class User. Misalnya, jika kalian ingin mengubah nama pengguna, buat metode changeName() yang akan mengganti nilai properti name.
  5. Buat Store: Buat class UserStore yang bertanggung jawab untuk mengelola state dan melakukan pembaruan. Class ini akan mewarisi Store dari MobX dan memiliki instance dari class User sebagai state.
  6. Wrap Widget dengan Observer: Di dalam widget yang membutuhkan akses ke state, wrap widget tersebut dengan Observer widget dari MobX. Misalnya jika kalian ingin memberikan akses ke state User ke widget HomePage, wrap HomePage dengan Observer.
  7. Menggunakan State dalam Widget: Di dalam widget yang di-wrap dengan Observer, gunakan context.read<T>() untuk mengakses state yang disediakan. Misalnya jika kalian ingin mengakses state User di dalam widget HomePage, gunakan context.read<User>().
  8. Perbarui State: Ketika ada perubahan yang perlu diterapkan pada state, panggil metode yang sesuai pada UserStore. Misalnya jika kalian ingin mengubah nama pengguna, panggil metode changeName() yang ada di dalam UserStore.
  9. Perbarui Widget yang Menggunakan State: Ketika state berubah, widget yang menggunakan state tersebut akan secara otomatis diperbarui oleh MobX. Kalian tidak perlu memanggil setState secara manual.
Artikel Terkait  Tutorial Dart 44: Belajar Flutter Networking

Dengan MobX, kalian dapat dengan mudah mengamati perubahan state dan mengubah widget yang terkait secara otomatis. MobX menggunakan pendekatan “observable” yang memungkinkan kalian untuk dengan mudah menentukan properti mana yang harus diamati dan diubah secara otomatis ketika ada perubahan.

BLoC

BLoC (Business Logic Component) telah menjadi salah satu pendekatan yang populer untuk manajemen state dalam pengembangan aplikasi Flutter. BLoC memisahkan logika bisnis dari tampilan dengan menggunakan aliran data (stream) untuk mengirim perubahan state ke widget yang terkait.

Dalam BLoC logika bisnis aplikasi ditempatkan di komponen yang disebut BLoC. BLoC bertanggung jawab untuk mengelola state aplikasi, melakukan pemrosesan data dan mengirimkan perubahan state ke widget yang membutuhkan informasi terkini.

Berikut adalah beberapa konsep dan langkah-langkah umum dalam mengimplementasikan BLoC dalam Flutter.

  1. Buat BLoC: Buat class yang akan bertindak sebagai BLoC dalam aplikasi kalian. BLoC ini akan berisi logika bisnis, state aplikasi, dan fungsi-fungsi untuk memproses data. Class ini biasanya mengimplementasikan sebuah interface atau menggunakan mixin untuk mengakses aliran data.
  2. Tentukan Event: Tentukan event atau tindakan yang dapat memicu perubahan state di BLoC. Event ini bisa berupa input pengguna, pembaruan data, atau peristiwa lain yang mempengaruhi state aplikasi.
  3. Definisikan State: Definisikan state yang akan dikelola oleh BLoC. State ini bisa berupa objek atau tipe data yang mencerminkan keadaan aplikasi pada suatu waktu tertentu.
  4. Buat Stream: Buat aliran data (stream) yang akan mengirimkan perubahan state dari BLoC ke widget. Kalian dapat menggunakan class seperti StreamController atau package khusus seperti rxdart untuk membuat dan mengelola stream.
  5. Implementasikan Logika Bisnis: Di dalam BLoC, implementasikan logika bisnis yang sesuai dengan aplikasi kalian. Ini bisa termasuk memproses data, mengubah state, melakukan pemanggilan ke API, atau melakukan tugas lain yang relevan.
  6. Mengirim Perubahan State: Ketika ada perubahan state yang terjadi di BLoC, kirimkan perubahan tersebut melalui stream yang telah dibuat. Hal ini akan memicu pembaruan pada widget yang berlangganan (subscribe) ke stream tersebut.
  7. Widget Subscriber: Di dalam widget yang membutuhkan informasi terkini dari BLoC, berlangganan (subscribe) ke stream yang telah disediakan oleh BLoC. Ketika ada perubahan state, widget akan menerima pembaruan dan memperbarui tampilannya sesuai dengan state terbaru.
  8. Sinkronisasi UI dan State: Pastikan widget yang berlangganan (subscribe) ke BLoC secara tepat memperbarui tampilannya sesuai dengan perubahan state yang diterima. Ini bisa melibatkan pemanggilan setState atau menggunakan widget seperti StreamBuilder untuk mengatur pembaruan tampilan.
  9. Mengelola Dispose: Pastikan untuk mengelola pembuangan (dispose) stream dan sumber daya lainnya yang digunakan oleh BLoC. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode dispose pada BLoC atau dengan menggunakan package seperti flutter_bloc yang menyediakan mekanisme otomatis untuk pembuangan.
Artikel Terkait  Tutorial Dart 27: Layout Dasar Flutter, Belajar Mekanisme Layouting pada Flutter

Dengan pendekatan BLoC, logika bisnis dan tampilan dipisahkan dengan jelas. Ini memungkinkan pengembangan aplikasi yang lebih terstruktur, mempermudah pemeliharaan dan pengujian, serta memfasilitasi kolaborasi antara pengembang yang berbeda dalam tim.

Kesimpulan

Dalam pengembangan aplikasi Flutter terdapat beberapa library state management yang dapat digunakan. Salah satunya adalah Provider, sebuah library yang ringan dan mudah digunakan dengan konsep “inherited widget” untuk mengelola state aplikasi. Dengan Provider, state dapat dibagikan dengan mudah ke berbagai widget dalam aplikasi.

Selain itu, MobX juga merupakan library yang populer dalam manajemen state di Flutter. MobX menggunakan pendekatan “observable” untuk memantau perubahan pada state dan secara otomatis mengubah widget yang terkait. Library ini juga menyediakan anotasi untuk mendefinisikan state yang dapat diamati.

BLoC (Business Logic Component) adalah pendekatan lain yang populer dalam state management Flutter. Dalam BLoC, logika bisnis dipisahkan dari tampilan dan aliran data (stream) digunakan untuk mengirim perubahan state ke widget terkait.

Setiap library memiliki keunggulan dan pendekatan yang berbeda dalam mengelola state aplikasi. Pemilihan library state management tergantung pada kompleksitas aplikasi dan preferensi pengembang.

Temukan lebih banyak artikel seri belajar Dart maupun bahasa pemrograman lainnya hanya di CODEKEY. Klik https://codekey.id/ sekarang juga untuk langsung belajar gratis. Sampai bertemu lagi!


Jasa Pembuatan Aplikasi, Website dan Internet Marketing | PT APPKEY
PT APPKEY adalah perusahaan IT yang khusus membuat aplikasi Android, iOS dan mengembangkan sistem website. Kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Jasa Pembuatan Aplikasi

Jasa Pembuatan Website

Jasa Pembuatan Paket Aplikasi

Jasa Pembuatan Internet Marketing

Tutorial

Subscribe Sekarang

Dapatkan beragam informasi menarik tentang bahasa pemrograman langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan terus belajar bersama kami!

Blog Post Ranking 10

Tutorial PHP 22 : Cara Membuat Redirect PHP dengan Cepat dan Mudah

Jika Anda melakukan browsing di browser kesayangan Anda, mungkin Anda pernah melihat link yang berisikan “php redirect” atau yang...

Tutorial PHP 23 : Cara Membuat Messages Alert PHP

Alert box atau alert messages digunakan di situs web untuk menampilkan pesan peringatan kepada pengguna bahwa mereka telah memasukkan...

Tutorial PHP 2 : Cara Install PHP, Langkah Awal Belajar PHP

PHP adalah bahasa pemrograman gratis dan open source. Secara teknis tidak perlu menginstal PHP: sebagian besar host web dan...

Tutorial Python 9 : Cara Membuat Looping Python

Pada artikel sebelumnya, Codekey telah menjelaskan tentang Operasi Kondisional Python yang di dalamnya menyinggung tentang percabangan dan perulangan. Belajar...

Tutorial HTML/CSS 23 : Cara Membuat Form Sederhana dengan HTML

Form memiliki peran yang sangat krusial bagi website atau aplikasi untuk menjaga sistem keamanannya. Form HTML digunakan untuk mengumpulkan...

Tutorial SQL 8 : Constraint SQL, Bagaimana Fungsi dan Penggunaannya?

Pada artikel sebelumnya Anda telah mempelajari tentang wildcard SQL, pada artikel kali ini kami akan menjelaskan tentang constraint SQL. Jika...

Tutorial Javascript 8 : Array Javascript, Panduan Lengkap Cara Membuatnya

Seperti bahasa pemrograman yang berorientasi objek lainnya, dalam JavaScript juga terdapat array. Jika Anda memiliki banyak objek yang ingin...

Tutorial SQL 20 : Mari Pelajari Cara Menggunakan Fungsi GROUP by SQL

Pada pembahasan seri Tutorial SQL ke- 20 ini, Codekey akan membahas tentang GROUP BY yang merupakan statement di dalam...

Tutorial Python 7 : Python String Format dan Cara Mudahnya

Anda ingin belajar Python dan ingin menjadi ahli dalam bahasa pemrograman Python? Mari belajar bersama Codekey! Pada pembahasan kali...

Tutorial Python 8 : Langkah Mudah Membuat Operasi Kondisional pada Python

Pada pembahasan sebelumnya, Codekey telah menjelaskan kepada Anda tentang pengoperasian string pada Python mulai dari menggabungkan hingga memanipulasi string...

Bisnis

Online Service

Peluang Bisnis

Model Bisnis

Entrepreneurship

Uang

Ketrampilan

Outsourcing

Monetize

Pemasaran

SEO

Internet Marketing

Dasar Pemasaran

Strategi Pemasaran

Situs Web Analitik

Iklan

Teknologi

Teknologi Terbaru

AI

Komputer

Jaringan

Paling Sering dibaca
Mungkin Anda Menyukainya