Media Belajar Bahasa Pemrograman | by APPKEY

KotlinTutorial Kotlin 35 : Arti Infix Notation, Fungsi &...

Tutorial Kotlin 35 : Arti Infix Notation, Fungsi & Contoh

-

Infix notation adalah notasi khusus untuk memanggil sebuah fungsi di Kotlin. Seri belajar Kotlin kali ini akan mengajak Anda melihat pemakaian inflix notation disertai contoh codingnya.

Sebelum Anda mempelajari bagaimana cara membuat fungsi Kotlin dengan infix notation, mari telaah dulu dua fungsi umum infix, yakni or dan and

Ketika menjalankan operasi || dan &&, kompiler akan mencari fungsi or dan and secara berurutan, lalu kemudian memanggilnya. Kedua fungsi inilah yang akan mendukung kinerja infix notation.

Contoh Coding Infix Notation: Fungsi Kotlin “or” dan “and”

fun main(args: Array<String>) {
    val a = true
    val b = false
    var hasil: Boolean

    hasil = a or b // a.or(b)
    println("Menghasilkan nilai $hasil")

    hasil = a and b // a.and(b)
    println("Menghasilkan nilai $hasil")
}

Saat program tersebut dijalankan, maka hasilnya akan menjadi seperti ini:

Menghasilkan nilai true

Menghasilkan nilai false

Merujuk pada contoh coding di atas, perhatikan bahwa yang kita gunakan adalah a or b dan a and b alih-alih a.or(b) serta a.and(b). Hal tersebut bisa dilakukan karena kedua fungsi ini mendukung kinerja notasi infix.

Cara Membuat Fungsi Kotlin dengan Infix Notation

Anda bisa membuat fungsi call di Kotlin memakai infix notation jika fungsi tersebut memenuhi syarat berikut:

  • Merupakan fungsi anggota (member function) atau fungsi ekstensi (extension function).
  • Ditandai dengan kata kunci infix.
  • Hanya mempunyai satu parameter tunggal

Artikel Terkait  Tutorial Kotlin 11 : Data Class Kotlin, Berikut Pembahasannya!

Contoh Coding: Fungsi Definisi User (user-defined) dengan Infix Notation

class Structure() {
    infix fun pyramidStack(rows: Int) {
        var j = 0
        for (i in 1..rows) {
            j = 0
            for (space in 1..rows-i) {
                print("  ")
            }
            while (j != 2*i-1) {
                print("* ")
                ++j
            }
            println()
        }
    }
}

fun main(args: Array<String>) {
    val item = Structure()
    item pyramidStack 4  // item.pyramidStack(4)
}

Saat program dijalankan, hasilnya adalah sebagai berikut:

*

* * *

* * * * *

* * * * * * *

Di sini, pyramidStack() adalah fungsi infix untuk membuat struktur piramida. Fungsi ini merupakan bagian dari kelas Struktur, hanya menggunakan satu tipe parameter Int, dan diawali dengan keyword infix.

Dengan kata lain, contoh fungsi infix di atas memenuhi seluruh syarat yang dijabarkan sebelumnya. Sedangkan jumlah baris piramida ditentukan oleh argumen yang diteruskan ke fungsi oleh user.

Bagaimana, tidak sulit bukan mempelajari pemakaian notasi infix pada Kotlin? Demikianlah penjelasan belajar Kotlin: infix notation. Yuk tambah terus wawasan coding Anda dengan mengikuti ratusan tutorial gratis dari CODEKEY di https://codekey.id/. Sampai bertemu lagi!

 


Jasa Pembuatan Aplikasi, Website dan Internet Marketing | PT APPKEY
PT APPKEY adalah perusahaan IT yang khusus membuat aplikasi Android, iOS dan mengembangkan sistem website. Kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Jasa Pembuatan Aplikasi

Jasa Pembuatan Website

Jasa Pembuatan Paket Aplikasi

Jasa Pembuatan Internet Marketing

Tutorial

Subscribe Sekarang

Dapatkan beragam informasi menarik tentang bahasa pemrograman langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan terus belajar bersama kami!

Blog Post Ranking 10

Tutorial PHP 23 : Cara Membuat Messages Alert PHP

Alert box atau alert messages digunakan di situs web untuk menampilkan pesan peringatan kepada pengguna bahwa mereka telah memasukkan...

Tutorial PHP 2 : Cara Install PHP, Langkah Awal Belajar PHP

PHP adalah bahasa pemrograman gratis dan open source. Secara teknis tidak perlu menginstal PHP: sebagian besar host web dan...

Tutorial PHP 22 : Cara Membuat Redirect PHP dengan Cepat dan Mudah

Jika Anda melakukan browsing di browser kesayangan Anda, mungkin Anda pernah melihat link yang berisikan “php redirect” atau yang...

Tutorial Python 9 : Cara Membuat Looping Python

Pada artikel sebelumnya, Codekey telah menjelaskan tentang Operasi Kondisional Python yang di dalamnya menyinggung tentang percabangan dan perulangan. Belajar...

Tutorial Python 7 : Python String Format dan Cara Mudahnya

Anda ingin belajar Python dan ingin menjadi ahli dalam bahasa pemrograman Python? Mari belajar bersama Codekey! Pada pembahasan kali...

Tutorial Python 8 : Langkah Mudah Membuat Operasi Kondisional pada Python

Pada pembahasan sebelumnya, Codekey telah menjelaskan kepada Anda tentang pengoperasian string pada Python mulai dari menggabungkan hingga memanipulasi string...

Tutorial SQL 20 : Mari Pelajari Cara Menggunakan Fungsi GROUP by SQL

Pada pembahasan seri Tutorial SQL ke- 20 ini, Codekey akan membahas tentang GROUP BY yang merupakan statement di dalam...

Tutorial Dart 18 : Ayo Mulai, Pelajari Cara Install Flutter

Pada seri tutorial Dart kali ini, Codekey akan menampilkan hal yang sedikit berbeda, yaitu tentang aplikasi-aplikasi yang mendukung pemrograman...

Tutorial SQL 8 : Constraint SQL, Bagaimana Fungsi dan Penggunaannya?

Pada artikel sebelumnya Anda telah mempelajari tentang wildcard SQL, pada artikel kali ini kami akan menjelaskan tentang constraint SQL. Jika...

Tutorial Javascript 8 : Array Javascript, Panduan Lengkap Cara Membuatnya

Seperti bahasa pemrograman yang berorientasi objek lainnya, dalam JavaScript juga terdapat array. Jika Anda memiliki banyak objek yang ingin...

Bisnis

Online Service

Peluang Bisnis

Model Bisnis

Entrepreneurship

Uang

Ketrampilan

Outsourcing

Monetize

Pemasaran

SEO

Internet Marketing

Dasar Pemasaran

Strategi Pemasaran

Situs Web Analitik

Iklan

Teknologi

Teknologi Terbaru

AI

Komputer

Jaringan

Paling Sering dibaca
Mungkin Anda Menyukainya