Media Belajar Bahasa Pemrograman | by APPKEY

Dart Tutorial Dart 14 : Cara Menggunakan Functions dalam Dart

Tutorial Dart 14 : Cara Menggunakan Functions dalam Dart

-

Sama seperti Bahasa Pemrograman lainnya, dalam bahasa pemrograman dart juga mengenal istilah functions. Function atau fungsi adalah blok bangunan dari kode yang dapat dibaca, dipelihara, dan dapat digunakan kembali. Fungsi adalah sekumpulan pernyataan untuk melakukan tugas tertentu. Fungsi mengatur program ke dalam blok kode logis. Setelah didefinisikan, fungsi dapat dipanggil untuk mengakses kode.

Hal ini membuat kode dapat digunakan kembali. Selain itu, fungsi memudahkan untuk membaca dan memelihara kode program. Deklarasi fungsi memberi tahu kompiler tentang nama fungsi, tipe pengembalian, dan parameter.

Definisi fungsi memberikan tubuh fungsi yang sebenarnya. Pada artikel ini Codekey akan membahas tentang Functions Dart. Jika Anda tertarik untuk tahu tentang functions dart pastikan Anda membaca artikel ini sampai habis.

Artikel Terkait  Tutorial Dart 3 : Belajar Menggunakan Syntax atau Perintah dasar Dart

Functions Dart

functions-dart

Fungsi/ function adalah pemetaan dari nol atau lebih parameter masukan ke nol atau lebih parameter keluaran. Keuntungan menggunakan function di Dart adalah:

  1. Mengurangi duplikasi kode.
  2. Meningkatkan kejelasan kode.
  3. Dapat menggunakan kode yang telah dibuat kembali.
  4. Menguraikan masalah kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih sederhana.
  5. Anda dapat menyembunyikan informasi

Functions Dart ibarat sebagai warga negara kelas satu. Fungsi dapat ditetapkan ke variabel, diteruskan sebagai argumen ke fungsi atau dikembalikan dari fungsi. Ini membuat bahasa lebih fleksibel.

Tubuh fungsi terdiri dari pernyataan-pernyataan yang dieksekusi ketika fungsi dipanggil. Kami menggunakan kata kunci return untuk mengembalikan nilai dari fungsi. Badan dibatasi dengan sepasang tanda kurung kurawal {}. Untuk memanggil suatu fungsi, kita tentukan namanya diikuti dengan tanda kurung bulat (). Suatu fungsi mungkin atau mungkin tidak mengambil parameter.

Berikut ini adalah contohnya:

simple.dart
void main() {
  int x = 8;
  int y = 5;

  int z = add(x, y);

  print("Hasil : $z");
}

int add(int a, int b) {
  return a + b;
}

Jenis-Jenis Function

Beberapa jenis fungsi yang perlu Anda ketahui adalah:

  1. Definisi Fungsi

Definisi fungsi berguna untuk menentukan apa dan bagaimana tugas tertentu akan dilakukan. Berikut adalah contohnya:

nama_function() {  
   //pernyataan      
}
  1. Memanggil Fungsi

Suatu fungsi harus dipanggil untuk menjalankannya. Berikut contohnya:

void main() { 
   test(); 
}  
test() { 
   //mendefinisikan functions
   print("memanggil Functions"); 
}
  1. Mengembalikan Fungsi.

Fungsi juga dapat mengembalikan nilai bersama dengan kontrol, kembali ke pemanggil. Berikut contohnya:

void main() { 
   print(test()); 
}  
String test() { 
   // mendefinisikan function 
   return "function sedang berjalan"; 
}
  1. Parameter Fungsi

Parameter adalah mekanisme untuk meneruskan nilai ke fungsi. Berikut adalah contohnya:

void main() { 
   test_param(123,"ini adalah string"); 
}  
test_param(int angka1,String string1) { 
   print(angka1); 
   print(string1); 
}

Parameter Opsional

Parameter opsional dapat digunakan ketika argument tidak tidak perlu diteruskan secara wajib untuk eksekusi fungsi. Parameter dapat ditandai opsional dengan menambahkan tanda tanya kedalam perintahnya. Parameter opsional harus ditetapkan sebagai argumen terakhir dalam suatu fungsi pada program dart. Dalam dart dikenal tiga jenis parameter opsional yaitu:

  1. Opsional Positional Parameter

Berfungsi untuk menspesifikasikan posisi opsional dari parameter. Jika ingin menggunakannya Anda memerlukan tanda kurung kotak [].

  1. Optional Named Parameter

Tidak seperti parameter posisional, nama parameter harus spesifik ketika nilainya sedang berlalu. Anda dapat menggunakan tanda kurung kurawal untuk melakukan spesifikasi pada optional named parameter.

  1. Optional parameter with Default Values

Fungsi parameter dapat berisikan nilai secara default. Meskipun demikian, parameter tersebut juga dapat secara eksplisit melewati nilai.

 Fungsi Dart Rekursif

Rekursi adalah teknik untuk mengulangi suatu operasi dengan melakukan pemanggilan fungsi ke dirinya sendiri berulang kali hingga mencapai suatu hasil. Rekursi paling baik diterapkan ketika Anda perlu memanggil fungsi yang sama berulang kali dengan parameter berbeda dari dalam satu lingkaran.

Contohnya adalah sebagai berikut:

void main() { 
   print(factorial(9));
}  
factorial(nomor) { 
   if (nomor <= 0) {         
      // penghentian perintah
      return 1; 
   } else { 
      return (nomor * factorial(nomor - 1));    
      // fungsi memanggil dirinya sendiri
   } 
}   

Kode di atas akan menghasilkan output:

362880

Fungsi Lambda

Fungsi Lambda adalah mekanisme ringkas untuk merepresentasikan fungsi. Fungsi ini juga disebut sebagai fungsi arrow.

Syntax:

[return_type]function_name(parameters)=>ekspresi/pernyataan;

Contoh:

void main() { 
   printMsg(); 
   print(test()); 
}  
printMsg()=>
print("halo dart"); 

int test()=>321;                       
// mengembalikan function

Kode di atas pun menghasilkan output sebagai berikut:

halo dart
321 

Demikianlah penjelasan tentang functions dart serta contoh-contoh penerapannya. Jika Anda tertarik untuk tahu lebih banyak tentang bahasa pemrograman Dart, Codekey telah menyediakan berbagai artikel tutorial terntang Dart. Codekey juga menyediakan berbagai pembahasan, tutorial, tips, dan trik untuk Anda belajar bahasa pemrograman. Jangan lupa untuk dapatkan update terbaru dari Codekey.


Jasa Pembuatan Aplikasi, Website dan Internet Marketing | PT APPKEY
PT APPKEY adalah perusahaan IT yang khusus membuat aplikasi Android, iOS dan mengembangkan sistem website. Kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Jasa Pembuatan Aplikasi

Jasa Pembuatan Website

Jasa Pembuatan Paket Aplikasi

Jasa Pembuatan Internet Marketing

Tutorial

Subscribe Sekarang

Dapatkan beragam informasi menarik tentang bahasa pemrograman langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan terus belajar bersama kami!

Blog Post Ranking 10

Tutorial Dart 18 : Ayo Mulai, Pelajari Cara Install Flutter

Pada seri tutorial Dart kali ini, Codekey akan menampilkan hal yang sedikit berbeda, yaitu tentang aplikasi-aplikasi yang mendukung pemrograman...

Tutorial Dart 1 : Pengenalan Bahasa Pemrogaman Dart untuk Pemula

Halo pembaca setia Codekey! Belajar pemrograman saat ini menjadi keharusan bagi semua orang yang ingin berkarir sebagai programmer, hal...

Tutorial Python 9 : Cara membuat perulangan (Looping) pada Python

Pada artikel sebelumnya, Codekey telah menjelaskan tentang Operasi Kondisional Python yang di dalamnya menyinggung tentang percabangan dan perulangan. Belajar...

Tutorial Python 8 : Langkah Mudah Membuat Operasi Kondisional pada Python

Pada pembahasan sebelumnya, Codekey telah menjelaskan kepada Anda tentang pengoperasian string pada Python mulai dari menggabungkan hingga memanipulasi string...

Tutorial PHP 8 : Memahami Array Multidimensi di PHP | Kapan dan Bagaimana Menggunakannya?

Pada artikel sebelumnya kami telah membahas tentang array PHP serta membahas sedikit tentang array multidimensi PHP. Pada artikel kali...

Tutorial Swift 2 : Tahap Awal Persiapan dan Mengatur Lingkungan Kerja pada Swift

Setelah Anda mengenal bahasa pemrograman Swift 4, langkah selanjutnya adalah Anda perlu memulai pemrograman Swift 4 dengan cara install...

Tutorial Javascript 8 : Panduan Lengkap Cara Membuat Array di Javascript

Seperti bahasa pemrograman yang berorientasi objek lainnya, dalam JavaScript juga terdapat array. Jika Anda memiliki banyak objek yang ingin...

Tutorial Python 7 : Tutorial Dasar Cara Mengoperasikan String pada Python

Anda ingin belajar Python dan ingin menjadi ahli dalam bahasa pemrograman Python? Mari belajar bersama Codekey! Pada pembahasan kali...

Tutorial Javascript 6 : Cara Membuat Event pada Javascript

Event JavaScript adalah tindakan atau proses khusus yang terjadi dalam program atau situs web yang akan Anda kembangkan. Anda...

Tutorial PHP 9 : Belajar Menggunakan Sort Array Berdasarkan Key dan Value

Array PHP sangat berguna untuk para developer untuk menyimpan data pada variabel. Anda dapat mengelompokkannya dengan membuat kategori tertentu...

Bisnis

Online Service

Peluang Bisnis

Model Bisnis

Entrepreneurship

Uang

Ketrampilan

Outsourcing

Monetize

Pemasaran

SEO

Internet Marketing

Dasar Pemasaran

Strategi Pemasaran

Situs Web Analitik

Iklan

Teknologi

Teknologi Terbaru

AI

Komputer

Jaringan

Paling Sering dibaca
Mungkin Anda Menyukainya